Pernikahan dengan tamu asing: panduan pernikahan dua bahasa
Undangan, website pernikahan, akad atau pemberkatan, sambutan, penginapan: cara menggelar pernikahan dua bahasa atau lintas budaya agar tamu dari luar negeri benar-benar merasa disambut.
· 4 menit baca
Pasangan Indonesia-Belanda, keluarga yang tersebar antara Medan dan Melbourne, teman kuliah dari luar negeri: makin banyak pernikahan yang tamunya tidak semua berbicara bahasa yang sama. Sering kali justru itulah yang membuat hari itu tak terlupakan. Tetapi butuh persiapan sedikit lebih banyak.
Tujuannya sederhana: setiap tamu paham apa yang sedang terjadi, tahu harus ke mana, dan merasa ditunggu. Berikut caranya, langkah demi langkah.
Beri kabar lebih awal
Tamu dari luar negeri harus mengambil cuti, memesan tiket pesawat, dan terkadang mengurus visa. Kirim save the date 8 sampai 12 bulan sebelumnya, bukan enam, setidaknya untuk yang datang dari jauh. Cantumkan tanggal, kota, dan bandara terdekat: hanya itu yang mereka butuhkan untuk mulai mencari tiket.
Jika pernikahan Anda di Bali atau kota wisata lain, ingatkan bahwa musim liburan membuat tiket dan hotel cepat penuh. Untuk yang perlu visa, tawarkan surat undangan resmi yang ditandatangani: prosesnya bisa lebih dari dua bulan.
Undangan dua bahasa
Dua solusi yang berhasil:
- Undangan dua bahasa, dengan teks berdampingan atau atas-bawah. Buat teksnya singkat, kalau tidak kartunya jadi sulit dibaca.
- Dua versi undangan, satu per bahasa, sesuai tamunya. Lebih elegan, dan untuk undangan digital tidak menambah biaya.
Dalam dua cara itu, arahkan info praktis ke website pernikahan. Undangan tidak cukup untuk menjelaskan penerbangan, hotel dan dress code dalam dua bahasa. Untuk kata-katanya, panduan kami undangan pernikahan: kapan disebar dan kata-katanya berisi contoh yang mudah diterjemahkan.
Website pernikahan dalam bahasa setiap tamu
Bagi tamu asing, website pernikahan bukan sekadar bonus: di sanalah mereka menemukan semua hal yang tidak mudah ditanyakan kepada Anda. Selain isi standar, tambahkan:
- Kedatangan: bandara, waktu tempuh, transportasi online, sewa mobil, shuttle ke venue.
- Penginapan: beberapa hotel di berbagai kisaran harga, dengan jarak ke venue.
- Adat: akad nikah atau pemberkatan, sungkeman, antrean salaman ke pelaminan, tradisi adat seperti siraman atau injak telur. Jelaskan artinya agar tamu tahu apa yang akan terjadi dan bisa ikut menikmatinya.
- Dress code, dengan contoh konkret: batik, kebaya, atau warna seragam keluarga, plus saran di mana membelinya. Sebutkan juga jika acara di masjid membutuhkan pakaian tertutup.
- Hadiah: amplop, daftar kado, atau dana bulan madu, dan cara ikut serta dari luar negeri.
Yang paling penting: setiap tamu harus bisa membaca website dan mengonfirmasi kehadiran dalam bahasanya sendiri. Di website pernikahan multibahasa iPlanMyWedding, Anda menulis teks dalam bahasa Anda, menambahkan bahasa tamu dari 36 pilihan (dari Inggris hingga Jepang dan Arab), dan setiap tamu memilih bahasanya di bagian atas halaman. Tombol, tanggal dan formulir konfirmasi sudah diterjemahkan; hanya teks Anda yang perlu diisi.
Untuk isi lainnya, lihat panduan kami isi website pernikahan.
Akad atau pemberkatan dua bahasa
Ini momen paling sensitif, karena paling mengharukan: tidak ada yang ingin merasa ditinggal saat janji diucapkan.
Penghulu, pendeta atau MC yang bisa dua bahasa adalah solusi paling lancar. Mereka bisa merangkum setiap bagian dalam bahasa lain. Tanyakan sejak awal.
Peran untuk kedua pihak. Minta satu orang dari setiap keluarga membaca doa atau menyampaikan beberapa kata dalam bahasanya. Acara menjadi dua bahasa secara alami tanpa diterjemahkan kata per kata.
Buku acara terjemahan, dibagikan di pintu masuk, berisi susunan acara dan terjemahan doa serta janji. Tamu bisa mengikuti dengan iramanya sendiri.
Janji dalam bahasa pasangan. Jika Anda sedikit bisa bahasa pasangan, beberapa kalimat dalam bahasa itu akan menjadi momen yang paling diingat tamu.
Untuk bagian hukumnya: jika salah satu dari Anda WNA, perlu dokumen tambahan dari kedutaan dan, bila tidak paham bahasa Indonesia, penerjemah saat akad. Urus jauh-jauh hari.
Sambutan dan susunan acara
Jangan menerjemahkan setiap sambutan secara utuh, kalau tidak acara jadi dua kali lebih panjang. Pilih sambutan singkat, masing-masing dalam bahasa pembicara, dengan ringkasan dua kalimat dalam bahasa lain. Teks terjemahan di layar juga sangat efektif.
Minta band atau DJ memadukan lagu-lagu populer dari kedua negara. Tidak ada yang lebih mendekatkan dua keluarga daripada lantai dansa tempat setiap orang mengenali lagunya sendiri.
Denah tempat duduk: campur, tapi jangan berlebihan
Mencampur dua keluarga sepenuhnya memang menggoda. Ide yang manis, tetapi bagi tamu yang di mejanya tidak ada yang bicara bahasanya, malam itu akan terasa panjang. Aturan yang baik: di setiap meja ada minimal dua orang yang berbahasa sama dan, idealnya, satu orang yang menguasai keduanya dan bisa menjembatani. Panduan kami cara membuat denah meja pernikahan akan membantu menyusun meja.
Menyambut yang datang dari jauh
Beberapa perhatian kecil yang membuat perbedaan:
- Welcome kit kecil di hotel: peta kota, camilan khas daerah, kain batik kecil, susunan acara yang dicetak.
- Makan malam sebelum acara atau tur keesokan harinya, agar yang sudah jauh-jauh datang mendapat lebih dari satu malam.
- Narahubung di lokasi yang berbicara bahasa mereka dan siap membantu soal transportasi atau hotel.
- Menu terjemahan di meja atau gubukan, dengan tingkat pedas dan alergen.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama sebelumnya mengundang tamu asing?
Kirim save the date 8 sampai 12 bulan sebelumnya, dan undangan 3 sampai 4 bulan sebelumnya. Yang butuh visa harus tahu secepat mungkin.
Apakah semuanya harus diterjemahkan?
Tidak. Terjemahkan yang praktis (susunan acara, rute, penginapan, konfirmasi) dan yang mengharukan (janji, doa). Sisanya bisa satu bahasa.
Undangan ditulis dalam bahasa apa?
Dalam bahasa kedua keluarga. Jika tamu berbicara lebih dari dua bahasa, pilih dua bahasa utama untuk undangan, dan sediakan sisanya di website pernikahan.